August 26, 2013

» Moncong Yang Unik Teman Facebook




Sahabat pecinta facebook. Sebagai facebooker anda tentunya selalu stand by hampir 1 x 24 jam. Tidak buka facebook seperti elergi. Kadang on line facebook sambil menunggu ngantuk datang. Seperti yang biasa saya lakukan. Tapi apa ada sesuatu yang anda cari disana ?? Ini pertanyaan penting. Sebab, setiap kegiatan yang kita lakukan secara rutin sayang sekali kalau hanya sia-sia. Walaupun bukan mengapa, setiap orang punya hak atas kehidupannya masing-masing. Begitu pula dengan saya.

Efek buruk yang biasa timbul dari bermaya datang dari rasa penasaran. Memerasani apa saja yang menurut kita menarik mulai dari pelajaran tentang teman sampai mengintip album galeri teman facebook. Sama seperti yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu.

Hasil dari mengintip album foto, saya menemukan beberapa foto unik disalah satu album foto teman facebook. Ya, menurut saya begitu, "unik". Uniknya itu hampir semua foto yang ada didalam album foto memamerkan moncong bibirnya yang mengembangkan senyum saya.

Terinspirasi dari hobby menulis, saya terpikir untuk mengekspresikan pikiran saya dengan bahan dari foto tersebut. Yah, dari pada kopi paste melulu, lebih baik hasil karya sendiri. Bagus atau tidak bagus satu tulisan, berani memulai membuat tulisan jauh lebih baik dari pada menunggu masukan dan belajar cara menulis. Ekspresinya dulu yang penting..., yang lain In Sha Allah.

Bergaya didepan kamera hampir semua orang suka. Ekspresi melambangkan suasana hati. Kadang orang tidak berpikir hasil dari foto terebut, yang penting gaya dulu baru lihat. Nah, ini nih gaya menarik yang sampai diturunkan pada anak semata wayangnya.

               >ekspresi suka-suka<

Ha haaii...
Sedikit cerita mengenai ibu muda ini.
Dia adalah wanita muda papua yang tinggal dikampung kecil, kampung Nendali atau Netar. Kesehariannya sangat bersahaja. Hidup apa adanya.
Mengekspresikan hidup adalah salah satu kebahagiaannya. Memiliki suami buruh kasar, ia merasa sangat berkecukupan.
"hidup dengan Tuhan itu menyenangkan", katanya.

Kami hampir tiap hari bertemu. Saya sebagai pedagang kecil-kecilan selalu menemui ia dengan wajah yang penuh ceria.
"semoga Allah merahmati kita semua"