September 18, 2013

Lempar kata sembunyi kata




Jinak-jinak burung merpati - mahu ditangkap susahnya setengah mati. Ambil batu boleh, kalau dia dekat lagi lempar saja biar tidak berani kembali.

Malu-malu sikucing dapur - dielus disayang dikasih makan dikasih tempat tidur. Ngelusnya cuma sekali, ketagihan biar lauk disembunyi juga dicuri.

Semak belukar siputri malu - bunganya ungu setangkai. Eh, sabar... kadang-kadang juga tumbuh dua bunga dalam satu tangkai. Kok bisa ?! Yah, namanya juga putri malu, kalau sudah nggak malu, begitu kelakuannya.

Kumbang tampan sikumbang berani - hinggap dipohon bunga daun kayu kering ranting ( hemat koma ). Kalau diatas kotoran kerbau, mahu nggak ya ? dia nangkring ?
Disitu tempat lahir kumbang, jangan buat malu.

Mawar merah mawar berduri simawar paling cantik - salah menyentuh tertusuk duri bunganya gugur kebumi. Tapi, mawar sekarang kembang pelastik! Bisa cabut akar keluar pagar, pulang pagi lagi.

Berikan aku cahaya terangmu - agar hidupku bisa berseri kembali. Mintanya disiang hari, pantes nggak ada yang kasih. Kalau mintanya malam, kadang yang ngasih cahaya ikut kerumah. Terang memang, setelah itu langsung gelaff !

Mengapa engkau menyelingkuhiku - apa karena aku perempuan dan dia perempuan ?! Kalau ada laki selain kamu, pinjam boleh ?

Selalu ada kata akhir disetiap permulaan - itulah sebabnya koma suka dicari untuk setiap akhir yang menyakitkan.

Aku heran! Dari atas nulis panjang tiga kalimat, kenapa sampai dibawah tinggal satu kalimat! - kehabisan ide!
Tobe dan selesai.