September 20, 2013

Menembus dinding hati dan ploonngg




Menembus dinding hati dan PLONNGG ! - Menulis adalah cara terindah untuk melonggarkan dinding hati dan rongga dada agar terasa plong. Kalau ini dikatakan curahan hati, salah! Tapi, kecuranga. Terlalu bersandar pada pikiran dan keinginan. Ada rasa ingin menulis hanya sekedar berbagi. Siapa tahu ada manfaat yang bisa diambil. Lagi pula, kata blog, "tulislah apa yang anda pikirkan saat ini" lah, sedang pikiran tentang ini bukan lagi saat ini tapi beberapa saat 2 3 4 5 yang lalu, bisa hari bisa bulan bisa juga tahun, pikiraaann.......!

Dari pada pikir cari teman, dari pada pikir cari kawan, dari pada pikir cari lawan, lama-lama hati tertawan, lalu senang kita berkawan, kalau tidak senang jadi lawan, air mata bercucuran, seperti orang kemalangan, malah jadi tidak karuan. Terus ???
Mari kita menulis.

Menembus dinding hati dan plong
Ada seoran teman yang lebih dari kawan dan saling menyayang. Kalau dia, kurang paham apa yang ia pikirkan.
Ragu-ragu itu muncul berakar dari padanya. Ada rasa seperti orang nekat yang buta mata buta hati buta pendengaran buta perjalanan dan...buta pikiran. Butta!-lah semuanya. Ya, dibutakan semua panca indra karena selama ini hidup hampir mati. Kehidupan dalam pengaruh kecewa kepada oranglain. Akhirnya, berpikir kali ini hanya satu tujuan, ingin menjalani kehidupan yang masih hidup. Dan menembus dinding hati.

Kurang lebih, seperti ini ceritanya;
Mungkin ia termaksud kategori perempuan yang aneh. Sebenarnya tidak ada rasa cemburu. Sebuah rasa yang dimiliki adalah keadilan rasa yang diberikan adalah harga untuk diri sendiri, bukan karena dia! Semua itu karena kepantasan saja. Jadi, kalau kemudian terlihat menyalahi hati, mungkin hanya bisa tersenyum dan mati satu rasa untuknya. Bukan satu yang tak adil pada yanglain!, tapi satu yang mematikan keinginan pada yanglain. Coba bayangkan...... anehkan ?? Tapi itu harga yang pantas.
Bingung ya ?! Penulis juga bingung ?! Nulis apa ini.

Lanjut......

Saya pikir semua orang punya selera. Saya punya selera, yanglain juga punya selera, mereka punya selera, dan DIA juga punya selera. Tapi kalau bersatu dengan selera yang berbeda ??? Menurut anda, selera siapa yang dipakai ?? Masa sih, menjaga selera masing-masing ??! Tentu tidak mungkin. Tapi, menyelerakan ia adalah hal yang pantas untuk diselerakan! Lalu yanglain ?? Tidak lagi penting. Cara ini, baru hubungan bisa bertahan.

Satu lagi hal yang aneh dalam dirinya, apa saja yang mereka sembunyikan, siapa saja yang dekat dengannya, cepat lambat pasti ketahuan. Lalu, bagaimana dengan pasangan ?? *)ampun AH !!

Mati rasa adalah masalah terbesar yang datang dari hal-hal sepele yang menumpuk dan selesai..!
Tidak heran kalau banyak pasangan yang tidak dapat mempertahankan hubungan karena hilang selera.

Iklan ~» Indomi...Seleraku...
Lewat...

Satu lagi menurut penulis, sesuatu yang paling membosankan adalah mengulangi hal yang sama. Misalnya patah hati lalu berpikir kawin lari. Kan, aneh! Pasangan saja belum jelas! sudah yang kawin lari saja. Mana bisa, juga! kawin sambil lari. Tidak bisaaaa....
Lewat,

Balas berbalas untuk menunjukkan kebolehan, ini juga sangat konyol. Mending, stoopp! sampai disitu. Mahu hidup tenang, atau, hidup perang! Tapi jurus ini paling ampuh dilakukan kebanyakan orang dan terjebak dalam lingkungan keinginan sendiri.
Jadi, ya....sudahlah ( song ). Atau makan hati. Aduh ampun ah! Paru-paru sudah bocoorr...., masa iya, hati juga!

Kecewa pada keinginan sendiri akhirnya berpikir manusia semua sama, pada hal tidak semua manusia bersalah padamu. Akhirnya keluar satu kalimat, saya bisa jatuh hati lagi, tapi sama siluman. Kalau manusia juga!, mending kerja dipanti sosial.

Facebook.
Nah, ini jejaring sosial tempat pamer muka badan kata-kata jualan dsb. Bagaimana menurut anda, bila kita meng-add semua kawan pria, yang sesuai selera! atau sebaliknya, apa yang anda pikirkan... Pasti tidak nyambung kan ?? Apa urusannya! Semua orang punya hak.

Ada yang berpikir bahwa itu berbeda. Dan perbedaan itu adalah tidak pantas! Mulianya hati untuk dinodai. Iya nggak ?!!
Jadi, sebenarnya sebuah rasa itu adalah milik diri sendiri, bukan karena milik dia! Buktinya, kita tidak ikhlas mendapati kesenangannya selain dari pada kita. ( melewati mesin sensor )
Sabar, tapi kalau hal itu terjadi beranti filter masih berlaku. Sortir lagi, isolir lagi, lengser lagi, lama-lama geger otak.

Dan...., selesai.
Sudah panjang lebar menulis. Apa hati sudah plong ?? Sebenarnya tidak sama sekali. Bisa plong kalau langsung pada sumber masalah. Tapi dari pada blog ini kosong, tulis saja biar plong!