September 3, 2013

Siapa saja berpotensi selingkuh




Selingkuh. Ada yang tidak tahu selingkuh ? Atau, apa sih selingkuh ?
Sederhananya begini. Bila Anda telah memiliki sesuatu dan anda dihadapkan dengan sesuatu yang lain kemudian yang lain itu lebih menarik dari yang telah Anda miliki..., apa yang Anda pikirkan.

Ada yang mengatakan begini;
Wah, ini lebih menarik. Ternyata ada yang lebih bagus ya ?? Bagaimana kalau begini dan begitu.

Ehem, bagaimana... benar tidak ?!

Kemudian yang lain membela diri;
Loh, menarik belum tentu tertarik. Suka belum tentu menyuka. Keindahan itukan manusiawi, masa mahu lihat sampah! Bukannya mata ini buat lihat yang indah-indah ??

Oh... Maksudnya mata buat lihat yang indah-indah. Pas ketemu yang menarik kemudian suka terus cocok lalu ada tarik menarik akhirnya saling menyuka, jadi donk! hehee.... Pintar kok dibilang bodok.

Loh bukan begitu...., suka lalu cocok dan tertarik, belum tentu ada keinginan...

Hem!
Kalau tidak ada keinginan, buat apa lihat yang menarik akhirnya suka lalu cocok. Efeknyakan peluang kemudian timbul keinginan!

Aduh maaf ya ?? Tidak semua orang berpikiran sama. Paling sukanya hanya dimata tidak sampai ke hati. Namanya juga kelihatan, kalau sembunyian ya.., tentu tidak ada pikiran untuk menilai. Lagi pula ini hanya sebuah penilaian!

Nah! Itu dia! Bahan perbandingan kan ?? Kalau memang tidak ada keinginan dan hanya sekedar dilihat buat apa sampai diperhatikan dan timbul penilaian ???
Ah! Ada-ada saja.
**
Bagaimana menurut Anda. Apa sudah mengerti arti selingkuh ??

Selingkuh itu memperbandingkan sesuatu yang sudah dimiliki kemudian tertarik lalu suka dan akhirnya cocok, maka terbuahlah satu pikiran. Mungkin bukan spontan, tapi menunggu peluang itu datang untuk menempatkan diri.

Contoh sederhana; Anda punya sikat gigi lalu ada tawaran yang lebih menarik lalu Anda berpikir untuk menggantikannya dengan sikat yang baru. Saat itu Anda tertarik, cocok dan suka. Kemudian Anda punya peluang atau kemampuan dan yang paling penting keinginan, akhirnya Anda membeli sikat gigi yang baru itu dan menggantikannya dengan yang lama. Maka terselinglah sikat yang lama dengan sikat yang baru, pada hal sikat yang lama masih layak pakai.

Kalau ada pertanyaan begini,
Masa mahu disamakan dengan semua hal! Itukan benda, tidak berarti berlaku dengan pasangan!

Ini pengertian selingkuh mas broo..., kalau menyangkut pasangan tinggal menunggu kesempatan kemampuan dan keinginan. Kalau ada kesempatan tapi tidak punya kemampuan, tidak jadi. Kalau ada kemampuan tidak punya keinginan, tidak jadi. Kalau mampu, sempat dan ada rasa ingin, maka jadilah dia. Selingkuh !! Diseling selang dengan yang kukuh atau ampuh atau baru. Yang terjadi pemborosan. Semua jadi boros nih! Boros pikiran, boros keuangan, boros persediaan.

Bagaimana...., apa sudah paham ?? atau ada pendapat lain. Silahkan berbagi disini.
**
Setiap orang punya keinginan atau potensi selingkuh. Hanya sebagian kecil yang tahu manfaat dan membuang sia-sia yang tidak berpikiran begitu. Karena selingan itu datang dari mata, olehnya itu bagi yang pandai menjaga pandangan, yakin, mereka termaksud orang-orang yang punya pendirian teguh. Yang tidak menyukai pemborosan.