September 2, 2013

Sebait cinta, rindu yang menggantung




Siang ini rasanya gerah sekali, sepertinya aku harus mandi. Berjalan perlahan menuju ruang belakang, angin memberitahukan hidung kalau ternyata aku memang belum mandi! OH... pantass! aroma ini memang takpernah bohong.

Sebelum berangkat mandi aku sempatkan duduk sebentar, rasanya seperti ada yang mengganjal perasaan. Apa sih ini ??
Menggerai rambut kriboku ( sssttt....! RHS! aku memang turunan papua jadi wajar berambut kribo ) sambil menggoyang-goyangkan kepala berharap rambut tergerai ditiup angin. Eh, mataku berkaca-kaca. Ada tekanan kuat dalam pikiran yang tertampung dalam hati mendorong air mata memenuhi ruang dimataku. "rinduku yang menggantung"

Aku merindukan mereka..... uhuk uhuk uhuk.... Akhirnya penuh dan melelehlah siair mata. Entah kapan rindu ini bisa terurai rasanya terlalu tinggi rindu ini tergantung dan takkan dapat terjangkau.

Mulutku berkomat-kamit, "apakah kalian juga merasa apa yang aku rasa ?? mengapa kehidupan ini memisahkan kita ?? aku takkan sanggup menjalani ini seorang diri. Walau bahagia hidup yang bagaimana takkan mampu membayar belahan yang terpisah. Sayang ?? mama rindu kalian."
Banjir-banjirrr... air mataku meluap.

Aku berusaha menyapu, mengusap dadaku. Rasa sakit yang semalam rupanya datang dari mereka. Aku ingin sekali disentuh anak-anakku.

Menarik nafas dan...semangat-semangat! tetap semangat. Walau rasanya taksanggup, namun hidup tetap berjalan. Aku hanya berharap tidak ada satupun yang mengingatkanku tentang mereka. Sebesar-besar apa cintaku untuk mereka, takada artinya. Toh mereka tidak bisa merasakan memiliki aku sebagai ibu utuh dalam hidupnya. Hanya ini, sepuluh jariku menengadah kelangit berharap sang penguasa hidup memberi keselamatan bagi kita semua.

Hanya ini yang bisa ku persembahkan untukmu sayang. Sebait cinta hati yang merana.
Dan pergi mandi.

Eh, sabar... masih ada yang terlewat.
Aku masih ingat ketika ia tertidur pulas. Kakinya yang nakal suka sekali mencari dimana wajah ibu. Ia bisa memutar dalam keadaan tidur hanya untuk menyentuh pipiku dengan kedua telapak kakinya. Heem... Nakal ya ??

Dan jari-jari tangannya yang kecil... Dia suka mencari lipatan lemak pada tubuh gendut ibunya atau mencari kehangatan dibawah tindisan perut atau paha. Dan tertidur pulaasss...
Aku tahu..., betapa tersiksanya ia dimalam-malam tanpa kehadiranku.
Game over... Air mata membahana. Tangisan tiada arti.
Selesai.