Mengatasi galau memisahkan tiga rasa

Mengatasi galau - banyak cara yang dilakukan sebahagian orang untuk mengatasi galau. Yang pandai, mereka lebih suka langsung kepokok permasalahan, tinggal memperbaiki niat dan tempuh jalan satu persatu dari yang termudah dan dapat dilakukan. Galau, gundah gulana, bingung, pusing datang dari sebab akibat. Tidak ada asap kalau tidak ada api, jadi padamkan asap bukan mengebas asap agar hilang tertebar alam.

Untuk sebagian yang lain, mereka lebih suka diam dan menyerahkan kegalauan pada waktu. Menurut mereka, ada waktu pergalauan itu bisa terselesaikan tanpa harus repot-repot mencari solusi. Masalah yang datang pasti juga akan pergi karena sudah hukum hidup dialam dunia, datang dan pergi adalah pasangan yang solit.

Memisahkan tiga rasa - efek dari galau akan timbul rasa sedih, hilang napsu makan dan amarah. Ketiga rasa ini kalau tidak pandai-pandai mengolah akibatnya badan jadi kurus, wajah jadi kusam dan tubuh yang tidak terurus. Karena itu memisahkan tiga rasa ini sangat penting. Walaupun hal ini sangat susah dijalankan tapi coba dipikir kembali, dari mana datangnya si galau, apa penggalau pantas untuk menerima efek dari rasa galau tersebut ? Jawabannya, tidak. Galau boleh galau, tapi aktifitas jangan sampai ikut-ikutan galau dengan cara memisahkan tiga rasa.

Cara memisahkan tiga rasa; sedih, napsu, dan marah.
Coba dipikir, ketika galau, rasa mana yang muncul terlebih dahulu karena tigak semua galau awalan rasanya sama, ada yang marah dulu, ada yang sedih dulu akibatnya hilang gairah hidup sampai napsu segala keinginan jadi hilang gairah. Siapa yang rugi kalau sudah begini, sipenggalau tentunya. Olehnya itulah, penting sekali disadari untuk memisahkan ketiga rasa akibat dari 'galau'.

Ketika rasa ketidak nyamanan itu muncul kehadapan yang bakal jadi galau, jangan ditunda. Luahkan semua rasa yang terasa dan tuntaskan saat itu juga. Jadi kalau rasa masalah ini harus dibicarakan, bicarakan, jangan ditahan. Kalau saat itu emosi tidak bisa ditahan dan akhirnya marah, kenapa tidak! Luahkan semua, lepaskan dan biarkan panas yang membakar pikiran dan perasaan keluar dari tubuh. Setelah itu, rasa yang mengganjal dalam pikiran dan perasaan jadi lepas dan hilang. Kenapa ?? Karena setiap orang punya hak yang sama. Jadi samakan diri untuk hak atas semua orang.

Begitu pula saat rasa yang muncul adalah kesedihan. Sedih bawaannya pasti menangis, walau ada juga yang tidak bisa menangis! Tapi, sabar. Apa iya, ada kesedihan yang tidak bisa di jadikan air mata ? Ini yang masalah. Maksudnya ketika kesedihan itu datang, entah setelah rasa marah atau sedih dulu, jangan ragu untuk memberikan haknya mata dan hati lalu keluar dari bibir bahwa saya sedih! Saya berduka! Saya menangis. Keluarkan semua. Berikan hak raga atau tubuh ini untuk berfungsi dengan benar.

Sama juga ketika tubuh memberi isyarat bahwa saya lapar. Jangan lagi rasa sedih dan marah masih memegang peranan dalam pikiran! Berikan haknya tubuh lain untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, lapar ya makan. Pisahkan dalam pikiran dan rasa bahwa semua ini beda. Hadapi makanan, ucapan syukur nikmat lapar dan hidangan, lalu, 'makan!'.
**
Mengatasi galau memisahkan tiga rasa, in sha Allah ( semoga Allah mengijinkan ) aktifitas kebutuhan hidup manusia akan terus berjalan tanpa ada hambatan. Bagaimana dengan galau ? Kalau masalah belum terpecahkan! Galaunya lanjut, tapi hak tubuh juga tetap berjalan semestinya. Jadi tubuh tetap sehat, kebersihan tetap terjaga dan aktifitas jadi tidak terhambat.

Penting sekali melepas semua hak atas apapun pada kehidupan dan hak atas tubuh. Jangan dicampur jadi satu, Emosi, Sedih dan hilang segala Napsu. Selamat mencoba. Tapi kalau bisa, buang galau pada tempatnya.

"serep mama"^^

PALING POPULER

Yang perlu lelaki tahu ketika perempuan marah tanpa sebab

Cara Membuat Perahu dari Botol Pelastik

Semua Tentang Pisces

Pasangan Anda Pergi ? Coba cara ini untuk memenangkannya kembali

Manfaat Belut bagi kesehatan wanita