January 30, 2014

Aku mencintaimu istriku




Datang seorang pria padaku, pria dewasa memiliki keluarga yang dicintainya dengan 5 orang anak. Wanita yang dinikahi berumur tua diatas ia dan seorang janda. Pria itu seorang teman sekolah SD, satu kampung dan kerabat dekat leluarga ibu.

Kami sudah saling mengenal dengan baik. Sejak kecik dan remaja, aku mengenali ia sebagai lelaki kasar yang tidak pandai menghargai, ia juga dikenal pemabuk dan suka bikin onar. Tidak kurang absen yang tercatat namanya sebagai penghuni setia trali kurungan.

Setelah remaja kami berpisah dan kembali bertemu setelah aku memilih tinggal dikampung ibuku. Kesan terakhir bertemu dengannya, ia nampak berubah. Matanya tidak merah karena terpengaruh miras, pakaiannya rapi dan baik tutur katanya. Tapi, buatku ia tetap pria yang mengerikan.

Singkat cerita, sampai kini aku sangat berhati-hati ketika bersapa dengannya. Beda dengan dia, ia lebih senang menyita waktuku untuk mendengarkan sepanggal cerita yang ia bawa, dan siang ini air mataku menetes mendengar kisah perjuangan dia mempertahankan rumah tangganya. “aku mencintaimu istriku“, itu kalimat yang aku simpulkan dari alur ceritanya.

Apa sebenarnya yang telah terjadi padanya, entahlah... disamping aku bisa dikata warga baru dikampung sendiri, aku juga termaksud wanita yang tertutup bersosialisasi dengan warga dan keluarga ibu. Maklum saja, keyakinan kami yang berbeda. Aku wanita muslim dan keluarga ibu berkeyakinan nasrani.

Sepanggal kisahnya,
Ia menjalin hubungan baik dengan wanita muda cantik yang baru dikenalnya. Hubungan percintaan yang berujung siwanita hamil dan akan diperistri olehnya. Berjalan waktu, ia yang sibuk dengan berbagai perjuangan untuk mensejahterakan anak dan istrinya, hubungan mereka tercium oleh sang istri.

Keributan tidak bisa dibendung lagi. Siistri mengamuk demo besar-besaran menyita habis waktu pria itu. Tapi apa yang dilakukan pria itu untuk memenangkan hati istrinya, hal ini merubah pikiranku tentang dia selama ini.

Singkat cerita si pria berusaha meyakinkan sang istri dengan menunda semua pekerjaannya dan memberi perhatian penuh pada sang istri, karena sebelumnya hubungan mereka baik dan damai saja. Bahwa pria itu mencintai keluarganya, anak dan istri. Keberadaan wanitalain bukan untuk membuatnya tersaing dihatinya melainkan ia datang dari sisi kurang sang istri. Kesadaran itu timbul saat perhatian wanitalain datang padanya. Kedekatan cara dewasa memberikan waktu pada sang pria merasa diperhatikan. Pakaian kerjanya terurus dengan baik, jam makan yang diperhatikan dan dukungan pikiran demi kesuksesan pekerjaan menyimpan wanita itu terletak baik dihati pria. Dan ia wanita yang menjadi istrinya kini, bukan wanita yang pantas dibanding-bandinkan dengan wanitalain, tapi ia sang pria juga butuh penunjang karir dan masa depan keluarganya.

adik, aku sayang padamu. aku mencintai keluarga kita. mari kita tinggalkan cerita tentang wanita yang hendak merampas aku dari sisimu. tapi, mari kita bicara tentang kita, tentang aku dan kamu, tentang urusan dalam rumah tangga“

Dan sipria menjelaskan titik persoalan yang ada dalam keluarga dengan memuliakan sang Istri sehingga membawa ia dekat dengan wanitalain.

“ini bukan rencanaku, semua berjalan begitu saja dan aku menerima dia dari sisi yang tidak dapat kamu berikan. bukan pula aku ingin menggantimu atau membandingkanmu.. tidak.. tidak sama sekali. tapi pekerjaanku membutuhkan wanita trampil yang bisa melayaniku. saat bersamaan anak kita membutuhkanmu dan aku tidak berpikir hallain sampai mendapat perhatian darinya dan menerima dia“

Siistri tak mampu berkata apa, ia hanya ingin menangis tapi bukan dirumah mereka. Pria itupun membawa istrinya kembali mengenang masa-masa indah mereka dulu. Air mata yang takmampu dibendung dan sipria dengan sabar mendampingi sang istri hingga hatinya kembali damai dan mengerti persoalan yang terjadi diantara mereka.**

Bagaimana hasilnya, yang ku tahu sipria sedang berusaha membuat wanita yang dinikahinya itu bisa paham, cukup paham saja dulu. Ia tidak pikir bagaimana kelanjutan hubungannya dengan wanitalain karena menurut dia, kalau ia tidak berhasil menenangkan istrinya hubungan dengan wanitalainpun tidak akan berhasil.

Sahabat, sesama wanita saya tak mampu mengambil kesimpulan dari cerita ini. Pikiran saya seolah mati dan hilang pikir.
Yang jadi pertanyaan, siapa yang maling ya ? ^_^ yang curi pikiran saya siapa ? Ada yang mahu ngaku ? He he he....