January 21, 2014

Cerita singkat Belajar bertahan hidup dari seekor kucing




Sasuke nama kucing yang saya pelihara sejak masih bayi. Terpisah dari induk, sasuke menganggap saya sebagai ibunya. Mengikuti kebiasaan induknya, suke tidak suka makananlain kecuali ikan.

Kemana saja saya pergi suke nama singkat dari sasuke selalu mengikuti dari belakang. Karena sering saya elus, suke menggap telapak tangan saya adalah induknya. Tidurnya juga kadang bersama satu kasur kadang juga tidak.

Karena sering dekat dengan manusia, suka jadi tidak tahu dimana wc khusus hewan, hancur segala ruang didalam rumah saya dipenuhi dengan aroma kotoran suke Karena itu saya keluarkan suke dari dalam rumah untuk beberapa waktu supaya naluri hewannya bisa mendeteksi dimana wc umum khusus hewan.

Suke yang suka memilih makanan, sangat tersiksa hidup dengan saya yang makan apa adanya. Yang ada dimakan kalau lagi tidak ada ya istirahat makan.

Suke pilih lapar dan berlemas ria dari makan tempe, tahu, telur, sayur atau nasi. Beda sekali dengan satu lagi kucing saya si naruto.

Satu waktu suke pergi tinggalkan rumah selama 1 minggu. Saya sempat bingung mencarinya kemudian suke pulang dengan keadaan compang camping. Tubuhnya gemetar, mata tidak sanggup ia buka, bulunya penuh dengan tepung dan minyak goreng.

“duuuhh.... suke ??? Dari mana kamu ???“
Suke menyantab habis sisa makanan naruto satu napas tanpa sisa bahkan mengangkat kepalanya juga tidak.
“hemmm.....
Saya heran melihat keadaan suke. Kemudian suke tertidur hingga 1 hari 1malam.

Esok harinya sikap suke berubah. Suke sudah tidak mengeong minta sepotong ikan tapi suke sedang duduk didepan piring yang kemarin habis isinya di santapnya.

Karena sikap suke sudah berubah pikir saya suke juga sudah tahu dimana wc khusus hewan. Ternyata tidak. Semua warna hitam didalam rumah dianggap wc oleh suke. Katong pelastik, pakaian berwarna hitam dan sudut-sudut dalam rumah.

Hanya beberapa hari dalam rumah, suke saya keluarkan lagi. Lagi-lagi suke memilih pergi tinggalkan rumah dan kali ini dengan waktu yang cukup lama. Saya pikir suke sudah mati.

Kemudian suke kembali dalam keadaan luka berat. Suke mengeong panjang saat berada didepan pintu dapur, terus mengeong seolah baru sadar inilah rumah suke yang penuh kasih atau memanggil saya untuk melihat keadaannya.

Saya kurang paham. Yang jelas saat itu tubuh suke selain penuh tepung dan minyak, ada juga bekas goresan luka yang panjang pada bagian tubuhnya. Saya membungkus suke dengan kain dan membawanya masuk.

1 minggu lebih suke baru sembuh normal dari sakitnya. Sejak saat itu suke tidak lagi pilih-pilih makanan. Kalau di suruh keluar, suke milih mengeong minta dibukakan puntu dari kabur dari rumah.

Dan sekarang suke lebih paham, dimana tempat tidurnya, dimana wc khusus kucing, makanan yang patut disukuri.***
Belajar bertahan hidup dari seekor kucing. Suke, kucing manja yang mahunya makan enak, tinggal minta dilayani. Setelah lari dari rumah beberapa hari, suke sadari bahwa bertahan hidup dengan apa adanya lebih baik dari mengejar kesenangan justru menjadi musibah. Dan tinggal dirumah sendiri lebih damai dan tenang dari numpang dirumah oranglain.
Hemm......., suke...suke. 
Semoga bisa dipetik hikmah dari cerita singkat ini.