January 3, 2014

Berkah 1 Januari 2014 Tetanggaku Idolaku




Anda pernah mendengar kalimat ini ? “TETANGGAKU IDOLAKU” ??
Saya mendengar kalimat ini pertama kali waktu akan pulang dibawa oleh lelaki yang menikahi saya. Salah satu pesan orang tua yang terus saya jaga hingga kini.

Beliau orang tua saya mengatakan, “Nak, kini kamu akan berpisah dengan kami. Saat itu keluarga terdekatmu adalah tetangga. Bila terjadi sesuatu saat suamimu sedang tidak ada dirumah maka tetanggamulah yang akan menolongmu karena kami tidak mungkin melakukan itu. Maka baik-baiklah dengan tetangga rumah.”

 Dan akhirnya saya paham setelah tinggal sendiri saat semua keluarga dan anak benar jauh dari saya. Semangkuk kare ayam dan tiga ikat buras, berkah dari tetangga sebelah, saya terkejut dan tersenyum lebar.

“Ya Allah, semua ini murah kasih sayang MU dan tetangga itu memang Idola yang tidak bisa dianggap sepele.” Alhamdulillahi Rabbil 'aalamiin.

Bukan karena pemberian atau pertolongan maka tetangga saya katakan Idola, tapi dalam hati kepada ALLAH saya selalu panjatkan harapan. Bukan pula yang pertama kali kami diberikan pertolongan, pernah juga keajaiban pertolongan itu terkabulkan dengan sisi kelemahan saya yang tak mampu memohon bantuan.

Dan, SubhanALLAH murah kasih ALLAH tersalurkan lewat tetangga.
“Semoga ALLAH membalas dengan kebaikan yang melimpah kepada tetangga yang mulia hatinya“
Keajaiban 1 Januari. Tetanggaku Idolaku.Berawal dari saya sering muntah-muntah. Masuk angin, terlambat makan, tidur berlantaikan seadanya, banyak pikiran dan kesehatan saya menurun. Waktu saat mulai membaik, terpikir ingin sekali membuat buras dan kari ayam kampung.

Sambil bercanda sewaktu tetangga datang menyapa, saya mengajak untuk membuat keinginan saya itu. Tapi mereka malah guyon dengan senyum menggoda. Dan pagi hari 1 Januari 20014, semangkuk kari ayam dan buras membuatku terkejut!

Ah ! Ini benar kejutan. ^_^

Saya menikmatinya dengan penuh rasa sukur sampai lupa bismILLAH. AlhamduLILLAH...

Tetanggaku Idolaku berkah 1 Januari 20014.
Dan benar nasehat para ustad, bahwa kita tidak sendiri didunia ini. Dalam tanahpun ada kebaikan yang menemani apa lagi masih hidup. Allah merestui perbuatan baik hambanya kepada sesama manusia kemudian kepada NYA. AAMIIN.