January 31, 2014

Cara mengetahui pasutri yang saling menyayangi




Dunia Wanita - Keluarga yang harmonis dan saling menyayangi bisa dilihat dari dua pasangan yang solid dan saling kerjasama. Pasangan yang solid yaitu pasangan yang mudah dipahami, tidak neko-neko dan menimbulkan banyak pertanyaan, saling mengisi merawat memberi perhatian, istilahnya bagian dari solid-daritas sesama penghuni hati dalam kerjasama yang baik.

Tapi, terkadang banyak orang tertipu dengan kekompakan kedua pasangan yang pandai menyembunyikan sisi kurang dari keluarga mereka. Bagaimana cara mengetahuinya ?

Mengikut pengalaman membina keluarga dan tiga orang anak serta hidup bertetangga, saya jadi paham dan bisa melihat seperti apa pasutri yang saling menyayangi. Pasangan yang benar-benar satu hati, satu rasa, satu pengharapan saling mendukung dan menjaga. Penglihatan saya itu tercermin dari anak-anak mereka.

Polosnya anak-anak tidak akan bohong. Apa yang mereka lakukan dalam keseharian, cara bermain bersama saudara ataupun kepada teman diluar rumah adalah cerminan sifat dan hubungan kedua ayah dan bundanya.

Menurut saya (lolos survei,dok pribadi) bahwa anak adalah kembaran ayah atau bundanya. Kalau anak tidak belahan diri ayah berarti belahan diri bunda, istilahlain kembar atau renkarnasi dari kehidupan orang tuanya (semoga pendapat saya tidak berlebihan. Kritik saja kalau salah)

Disitu bisa terlihat apakah jalinan pasutri saling menyayangi atau sekedar menunjukkan sikap bahwa keluarga kami baik-baik saja.

Anak-anak yang selalu bertengkar antara kakak dan adik, tidak mahu mengalah, suka membandingkan, suka iri sesama saudara dan malas atau tidak peduli lingkungan keluarga, saya bisa bilang itu adalah cerminan dua prilaku ayah dan ibunya. Bahwa mereka tidak saling menyayangi, tidak saling menjaga, tidak kompak dalam urusan hati dan perasaan keduanya.

Kalaupun ada keluarga yang nampak baik-baik saja dengan situasi seperti itu, saya yakin bahwa salah satu pasangan memiliki sifat cuek tidak terlalu menjadikan perbedaan itu masalah tapi hubungan kasih sayang dan keterikatan hati sedikit hambar kecuali keterikatan hubungan saja. Istilahlain, tidak romantis atau dekat dalam satu rasa.

Tapi satu keluarga yang terlihat anak mereka saling sayang, saling menjaga, saling membantu disitu bisa dilihat juga bahwa pasutri itu benar-benar saling mencintai dan sayang!

Begitulah cara mengetahui pasutri yang saling menyayangi menurut pandangan saya. Walaupun penglihatan dari luar keluarga itu baik dan kompak, tapi hasil cinta kasih yaitu anak adalah cerminan tingkahlaku kedua orang tuanya.

Oleh karena itu, baiknya memperbaiki hati dan niat saat berpikir untuk membina satu keluarga. Baikkan pengertian bahwa pasangan kita adalah patner hidup yang nyata membawa diri pada sebuah hubungan yang baik, melahirkan generasi penuh cinta kasih demi hidup yang sejalan.

Kalau sudah tidak sepikiran, kelihatan sudah tidak sehati, tiap penjajakan ribut bertengkah putus-putus melulu, mending mundur satu langkah, tikung kanan dan tancap gas tinggalkan dia. Dari pada rusak turunan turun temurun lebih baik putus hubungan ganti tangga lurus agar saat turun tidak jatuh tertimpa tangga. Hal ini diperuntukkan bagi mereka yang menjalin hubungan tanpa status, bahasa kerennya pacaran.**

Demikian sedikit berbagi pengalaman dan apa yang ditahu, semoga manfaat.