January 3, 2014

Kalimat aneh seputar patah hati




Banyak sekali kalimat aneh seputar patah hati. Kalimat-kalimat seserahan atau harapan kepada penghuni baru yang disebkan oleh penghuni lama yang menurut pemilik hati, tidak amanah. Lalu ia berharap pada lain hati.

Dan kalimat itu umum biasa kita dengarkan bahkan banyak yang sudah mengalaminya langsung. Dan hasilnya, hanya sipengalaman yang bisa membagikan dan menerangkannya dengan fasih.

Ehem, bagaimana dengan penulis ? Pembaca tentu berpikir bahwa ini adalah pengalaman pribadi. Ya, Sahabat bebas berpendapat, itu hak. Dan hanya Allah yang tahu segala hal yang tidak kita ketahui.

Kurang lebih kalimat-kalimat aneh seputar patah atau kalimat rayuan buat sipatah hati seperti dibawah ini

“ijinkan aku membantumu. tidak semua lelaki bersalah padamu”
“dunia tak selebar daun kelor.aku siap untukmu”
“lumpuhkan ingatanku hapuskan tentang dia”

Dan masih banyak lagi yanglainnya. Kebetulan yang biasa saya temukan di time line facebook adalah yang tertulis diatas. Maaf, mungkin ada sahabat bertanya, arahannya kok pengharapan kepada sang pria ? Ya. Ini blog KDW bukan KDL jadi otomatis isinya tentang wanita.*

Ada satu kalimat yang tidak saya pahami yaitu penyerahan hati yang isinya : “lumpuhkan ingatanku hapuskan tentang dia”
Setelah membacanya beberapa waktu yang lalu, saya berusaha mengejanya dengan pengertian saya namun tidak menemukan jawabannya.

Pertanyaan : Ehem, beberapa waktu yang lalu. Berarti penulis kuper juga ternyata ya..??

Jawaban : Islam itu tidak gaul broo.., tapi jaman mengikuti. ^_^

Karna belum mendapatkan jawaban yang cocok, kemudian saya mengambil kesimpulan bahwa seserahan hati yang naif akan berbalas kesakitan yang tiga lipat sakitnya dari yang terdahulu. Ya, itu kalau baru satu kali menyerahkannya.

Tapi kalau sudah untuk yang kedua kali..?? Bisa terjadi lipatan roll atau tanpa lipatan sama sekali dengan kata lain, kebal terhadap lipatan. Tiga lipatan yang saya maksudkan itu, kesakitan terdahulu ditambah sakit yang kini dan dua gabungan sakit tersebut.

Lalu saya berpikir, siapa dia yang dengan begitu yakinnya kita menyerahkan harapan naif dan berharap ia bisa membantu kita untuk menghapuskan tentang DIA. Sedang ia manusia juga, memiliki kekurangan tentunya dan pastinya terbatas ilmu yang ia dapati pastinya ada. Lalu...?? Apa kalimat seserahan hati itu pantas untuk ia emban dan mampu ia amanahi ?? Ini adalah sebuah pertanyaan yang mengganjal dalam benak saya.

Lalu saya tersenyum-senyum sedikit asem dan berakhir manis, bagaimana kalau sahabat KDW mengharapkan hamparan sajadah sebagai sandaran jiwa tumpahan luka dan duka yang menghubungkan kepada sang pemilik dunia beserta isinya...?? Seperti sebuah kalimat bijak dibawah ini :

“wanita muslim tidak membutuhkan pundak lelaki karena ia memiliki sajadah tempat menumpahkan air matanya”
**
Hanya sebuah nasehat terkhusus untukku dan kepadamu sahabat wanitaku yang pernah mengalami kecewanya hati dasar berharap pada manusia. Semoga bisa manfaat.

Nb. Apa bila dalam penulisan ada kalimat atau penulisan yang beda arti, mohon koreksinya. Terima kasih. Dariku, A.Hasriyani.