January 27, 2014

Proyek 15 tahun seorang Ibu




Berbagi pengalaman dan pemikiran yang saya tuangkan pada tulisan dengan harapan ada timbal balik dan manfaat yang dapat diambil. Dan kali ini kaitannya dengan tanggung jawab seorang ibu.
***

Menjadi seorang ibu bukan perkara mudah, mengemban tanggung jawab sejak memilih untuk menjadi ibu, mengandung, melahirkan dan membesarkan seorang anak adalah sebuah proses menghadirkan anak manusia yang nantinya akan tumbuh besar menjadi manusia dewasa layaknya sang ibu.

Ibu adalah perempuan/wanita yang melahirkan anak Dan hanya seorang ibu yang bersentuhan langsung dengan anak manusia kecil yang dilahirkannya, anak manusia kecil yang tidak berdaya yang menggantungkan hidupnya 100% dari wanita yang melahirkannya untuk kelanjutan masa kehidupannya kemudian.

100% menggantungkan hidup dari seorang ibu, mulai dari pertama ia membutuhkan asi ibu, pertolongan menyangkut keperluannya dan yang utama adalah kasih sayang dari wanita yang menghadirkan ia kemuka bumi yang disebut IBU dan....menjadi kodrat wanita/perempuan.

Bicara kodrat, kadang seorang wanita pasrah ketika tahu ia mengandung kemudian menjalani proses kehamilan hingga kelahiran lalu membesarkan anak, tapi kalau kembali menyadari bahwa anak manusia kecil yang dikandung memiliki hak sama seperti ibu, maka kata kodrat itu suatu tanggung jawab yang tidak boleh dilepas dan diserahkan pada oranglain.

Kalimat tentang ibu,
“Ibu, anak yang akan anda kandung, ia tidak pernah minta dilahirkan dari perempuan seperti ibu. Ia hadir atas kehendak ibu, ia hadir karena memiliki tempat dihati ibu, ia hadir untuk melengkapi perjalanan ibu hingga kembali kealam barzah. Anak tidak pernah salah hidup dalam kandungan dan terlahir didunia, karena itu baik menyadari dan memberikan haknya layaknya kehidupan yang telah ibu lalui“

DAN disinilah letak Proyek 15 Tahun Seorang Ibu. Proyek besar yang telah dikontrak ibu saat berniat mengandung atau telah mengandung. Mahu tidak mahu, suka tidak suka, manusia kecil itu akan ada atau telah ada dalam rahim ibu dan ia menunggu haknya untuk diberikan.

Bukan salah ibu mengandung, bukan salah pula ayah terlambat mengangkat burung tapi takdir ibu yang memiliki rahim tempat anak manusia dilahirkan. Lalu, kepada siapa ibu harus membuang rahim yang telah ada sejak penciptaan wanita, sehingga menolak, melempar, merasa terbebani, merasa tidak bersalah dlsb setelah dalam diri ibu terisi janin kecil yang takberdaya.

(puyeng nulis kepanjangan, bosen juga kalau kependekan.red*pengaruh tanggal tua)

Proyek 15 tahun seorang ibu yang isinya,
Mengandung
Melahirkan
Merawat
Membesarkan
Mengajarkan
Mendidik
Membimbing
Dan sampai pada usia 15 tahun seorang anak, ibu cukup Mendampingi karena pada usia 15 tahun ia akan mulai mempraktekkan setiap perawatan yang ibu berikan, membesarkan setiap didikan yang ibu ajarkan dan membimbing dirinya kejalan yang telah ibu tanamkan. Akhirnya ibu tinggal mendampingi dan melihat hasil dari proyek besar ibu selama 15 tahun.

Inilah proyek yang saya maksudkan bagi seorang ibu. Pekerjaan besar jangka panjang yang butuh keterampilan, pemahaman, kesabaran dan ikhlas menjalani kehidupan terlepas dari kondisi keluarga hubungan terhadap suami dan hal-hal yang menyangkut pribadi seorang ibu. Dan siibu sadar Dan menjalani takdir dengan tidak menyalahkan siapapun atas apa yang menimpa diri untuk memberikan hak pada bayi yang dikandungnya.

Berat sungguh berat, ketika kehidupan tidak berpihak pada ibu tapi lebih tidak adil lagi kalau bayi kecil ibu harus menanggung derita yang ia tidak tahu menahu sama sekali. Terimalah ia sebagai kado terindah dari ALLAH untuk melengkapi perjalanan ibu dan sebagai penolong kelak.

Akhirnya hidup ini terap harus berjuang dan alangkah baiknya dalam perjuangan itu tidak mengorbankan bayi kecil yang tidak berdosa.

Selesai.

Terima kasih yang telah sudi membacanya hingga akhir. Jangan ragu untuk mengkritik tulisan maupun cara menyampaikan, karena dari kritikan itu dapat memperbaiki kehidupan maupun tulisan saya.