January 19, 2014

Sepenggal surat buat sang kekasih




18 januari 2014, Untukmu yang aku cintai Andi Erwanto.

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Semoga hari ini terbangun dalam keadaan sehat dan kesadaran yang baik. Kemudian yanglain Insha ALLAH akan menyusul.

Maafkan aku, hanya itu yang ingin kutungkan dalam isi surat ini dan mengulang kembali kisah perjalanan cinta kita. Semoga bisa membacanya dengan tenang, mengejanya dengan baik, menerimanya dengan lapang.

Maafkan salahku,
Aku yang salah. Dari usia kita, terlampau sangat jauh. 10 tahun itu bukan waktu yang sedikit untuk lebih memahami kehidupan ini, terlebih bersamamu.

Seharusnya aku bisa lebih sabar darimu. Lebih berhati-hati, lebih tenang dan bijak menanggapi tiap soal yang datang darimu.

Ungkapan cinta yang diberikan padaku, januari 20012. Itu lelucon yang mengalihkan besar perhatianku pada kehidupan sehari-hari.

Ini aneh... ini lucu... ini diluar pengertianku. Semudah itukah seseorang jatuh cinta pada wanita yang baru dikenalnya ??

Aku wanita bukan gadis, wanita yang tua umur 10 tahun diatasmu. Aku benar-benar mengejanya dengan pengertianku dan berusaha menyesuaikan dengan pemahamanmu. Yang ku mengerti saat itu, kamu tidak sadar.

Lalu kemudian ku tahu bahwa kamu berbintang leo. Karakteristik leo akan mengejar keinginannya hingga berhasil dan aku siikan yang penuh rasa, akhirnya memberimu waktu untuk mengeja pengertian cintamu.

Ini yang pertama bagiku. Duniaku memang tak penuh warna seperti saudara-saudaraku. Aku hanya berusaha mengamanahi takdir yang ALLAH berikan dalam kehidupan. Dan welas asihlah yang membuatku menerima kicauan lucu suaramu.

Kamu memang lucu, pandai membuat suasana hangat, penuh canda dan sangat humoris. Tak pandai memaksa sangat pengertian tapi tak suka ditolak. Pada kesempatan yanglain, kamu akan terus memperjuangkan keinginanmu. Untuk menang, kamu akan sangat terbuka semua tentang perjalanan dan harapan yang sudah dilalui dan kemudian, terbuka begitu saja untuk menarik simpati pendengarmu. Aku suka gayamu yang ini dan berbalik sikap tertutup dan pendiam yang belakangan ini baru ku ketahui.

Maafkan aku.
Kalau sebenarnya sampai detik ini aku belum mencintai dirimu kecuali mencintai diriku sendiri. Menerimamu secara utuh baik kelebihan dan kekurangan sudah ku lakukan tapi menerimamu untuk menunjukkan membuktikan kebenaran dan kesungguhan, itu yang belum ku lakukan. Maafkan aku... maafkan kekuranganku.

Aku memang sangat sensitif karena terlalu peka dengan kehidupan. Sangat pencemburu karena terlalu mencintai diri sendiri dan penuh curiga karena terlalu berhati-hati menjalani hidup.

Inilah bukti bahwa aku belum menerima cintamu. Ketika cinta itu benar ku lepas, aku takut kamu tidak amanah tidak menjaga hatiku tidak menjaga perasaanku tidak menjaga diriku. Lalu kemudian kecewa yang lalu harus terulang kembali.

Satu yang ku pahami, inilah kelemahan menjalin hubungan tanpa status. Dasar cinta saja tidak cukup untuk membangun hubungan karena cinta itu melumpuhkan. Seharusnya cinta dibina saat memasuki mahligai pernikahan, bukan di tanam sebelum memiliki secara utuh kemudian cinta itu tumbuh berbunga, habis sari kembali gugur kebumi.

Aku tak ingin melemahkanmu dalam tulisan ini karena sama dengan kembali mendiktemu untuk membuktikan cintamu padaku. Kesungguhanmu padaku. Pengorbananmu padaku.

Cukup sudah pengorbananku selama ini. Dua tahun bukan waktu yang sedikit untuk penjajakan untuk pembuktian untuk kesungguhan.

Maju dalam pernikahan bukan solusi menunjukkan kesungguhanmu padaku. Pernikahan itu adalah pintu gerbang cobaan terbesar dalam rumah tangga. Cukup sudah kecewa dimasa lalu yang pernah aku alami dan yang kamu alami.

Maaf kekurang sabaranku menghadapi sikap diammu. Maaf kelemahanku yang tidak sabar menunggu pembuktian kesungguhanmu. Dua tahun bukan waktu singkat untuk penjajakan. Aku takut memberikan cintaku dalam ikatan pernikahan dan kamu tidak amanah untuk menjaganya.

Maafkan salahku, ini semua kesalahanku yang tak mampu mengerti sikap diammu.

Kepadamu yang telah menggores perjalan dua tahun kebelakang. Maafkan salahku. Hasriyani.***

Selesai.

Pengertian penulis dalam bait cinta, “Sepenggal surat buat sang kekasih“

bahwa perjalanan cinta kedua sepasang kekasih terbentur perbedaan usia. Sipria tidak dapat memberikan bukti kepada wanita bahwa ia mencintainya.

Ada sesuatu yang mendasari hingga mereka memutuskan untuk maju kepernikahan dan kemudian siwanita sadar kalau ia tidak mampu menjalani hidup kedepan.

Baiknya bagaimana ?
Kita kembalikan kepada takdir perjodohan mereka. Sebelumya telah berjodoh dalam pertemuan membangun ikatan kasih dan penuh kendala saat memantabkannya. Dan akhirnya disadari, manusia punya rencana tapi garis kehidupan telah ditetapkan setiap manusia yang menjalaninya.

Apakah masih bisa dirubah ?
Allah telah mengatakan bahwa tidak akan berubah satu kaum kecuali ia merubahnya sendiri. Inilah bukti Rahmat dan Rahimnya ALLAH kepada manusia didunia.