February 27, 2014

Cara membangun tim yang baik Pasutri




Banyak sekali penulis yang memberikan tips cara membangun tim pasangan suami istri yang solid, dan kali ini saya akan berikan sesuai pengertian saya. Siapa tahu cocok dan bisa di ambil sebagai bahan renungan. Tapi kalau ada yang terkesan kurang, jangan ragu untuk menambahkan.

Inspirasi ini datang dari status sahabat facebook, mengingat saat ini saya lagi tidak semangat menulis dan blog saya tertinggal kosong beberapa hari, saya coba menuangkan sesuai pengalaman lalu,  gagal dalam membina rumah tangga.

Status sahabat facebook,
“dalam urusan cinta, jangan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar karena anda adalah satu tim menuju satu tujuan yang sama“

Selesai berkunjung ke blog sahabat Elsa wati, penguraian cara menjadi suami yang baik dan pasangan yang harmonis, sedikit membuka pikiran saya apa maksud tujuan sahabat membagikan pengetahuan tersebut. Hatinya lagi senang, bertemu patner hidup yang serasi yang sesuai harapan. Semoga hubungan mereka sampai kakek nenek dan maut yang menceraikan mereka, aamiin. Dan untuk saya, penulis amatir yang tidak berpikir memiliki bangunan apa-apa, lebih menulis tuangan kocak niat menghibur dari serius mengiris darah yang sudah tidak merah lagi.

Masuk ke tema,

Sesuai status sahabat, terdengar sangat bijaksana. Apa guna berotot (ngotot ego)  kalau kembali di sadari pasangan suami istri sebenarnya adalah sebuah tim. Satu tim yang di bangun atas kesadaran saling ketergantungan yang diawali saling suka tumbuh benih cinta berbunga kasih sayang. Pada akhirnya tiada yang kalah dan tiada yang menang, keduan pertahanan yang beda itu hanya menghambat masa yang didepan.

Cara pertama membangun tim yang baik pasangan suami istri yaitu menjadi pendengar yang baik. Dengarkan apa yang menjadi kendala pasangan Anda, simak dengan seksama tanpa memutus pembicaraan dan pecahkan permasalahan dengan cara tukar pikiran dan saling terbuka. Setiap pasangan memiliki tugas yang berbeda-beda dan menjadi pendengar yang baik, Anda akan tahu dimana harus meringankan beban pasangan.

Kedua, tetapkan satu tujuan dan semangat pembaharuan. Sadar mahupun tidak, tentu ada salah sehingga terjadi perobahan menyangkut tujuan dan perlu segera membuatnya baru kembali. Walaupun mungkin terdengar sepele di mata Anda tapi jangan membiarkan masalah kecil menumpuk yang akan berubah menjadi bom waktu yang sekali-kali meladakkan kerukunan berpasangan. Mengerti dengan baik tetapkan tujuan dan mulai memperbaharui hubungan yang baik.

Ketiga, tanamkan kepercayaan pada pasangan Anda. Setelah menjadi pendengar yang baik, menetapkan satu tujuan pembaharuan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama, terakhir Anda tinggal meyakinkan pasangan dengan berprilaku sesuai dengan kesepakatan. Buat pasangan Anda percaya bahwa Anda menghormati hubungan suami istri lebih dari ikatan manapun bahwa hubungan ini ikatan suci tak satupun yang mampu menggoyahkannya. Karena, umumnya rumah tangga terasa berat kalau sudah menyangkut pertahanan aktivitas rumah tangga.

Maka kurang lebih, insha Allah Anda dan pasangan akan menjadi pasangan yang dapat membangun satu tim yang baik menuju satu tujuan yang sama. Aamiin.

Selesai.