February 1, 2014

Cara mengajarkan anak agar tidak terpengaruh lingkungan luar




Strategi pengajaran dalam rumah tangga saya pikir setiap orang berbeda-beda. Ada yang memang terpandu oleh bacaan yang benar ada juga yang belajar langsung dari orang tua. Tapi ada juga yang mengajarkan anak mereka dengan cara melihat sisi kurang perjalanan hidup masa lecil dan menerapkan buat anak-anak mereka.
Bagaimana dengan Anda ?

Cara mengajarkan anak agar tidak terpengaruh lingkungan, kali ini akan saya bagikan bagaimana anak-anak tidak terkontaminasi dengan lingkungan tempatnya bermain. Dan ini sedikit yang saya tahu untuk berbagi..

Agar tidak terlalu panjang tulisan yang akan saya bagi, saya khususkan bagaimana cara mengatasi anak menjaga tetap berbahasa yang baik saat didalam rumah atau pulang bermain.

Biasanya anak-anak yang sudah mulai suka bermain diluar rumah, ketika pulang ia akan membawa kejutan buat bundanya. Misalnya kata-kata yang baru didengar, seperti isi kebun ragunan, kalimat gaul anak-anak atau apa saja yang menarik buat anak untuk dikopi.

Sebelum tiba waktu anak keluar bermain tanpa pendampingan baiknya mengajarkan anak disiplin meletakkan barang pada tempatnya, menyukai milik sendiri, tahu caranya meminta dan pandai menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Bagaimana kalau sianak belum memiliki saudara ? Baiknya ayah dan bunda sebagai contoh dalam praktek sehari-hari.

Apa kaitannya dengan bahasa didalam rumah atau diluar rumah ? Disiplin adalah kunci melatih diri anak menjadi dirinya sendiri. Kalau tidak disiplin sianak akan menganggap biasa hal yang tidak biasanya. Misalnya membiasakan diri berbahasa yang baik dan benar saat didalam rumah, anak akan paham dan mengerti dengan benar cara berbicara yang baik.

Maka saat anak pulang dan membawa kejutan buat ayah dan bunda, Anda tinggal katakan : dapat dimana tadi ? Kalau anaknya bingung, sebutkan penemuan barunya maka anak akan paham lalu ia menjawab asal usul hal baru yang ia bawa. Dan, Anda tinggal katakan kenapa dibawa pulang, kembalikan ketempatnya itukan bukan milik kita. Kalau pulang milik orang jangan dibawa kerumah, kitakan juga sudah punya sendiri.
Cara ini sudah menyangkut semua hal, baik bahasa maupun benda.

Anak akan paham dan menyesuaikan diri karena sudah terbiasa disiplin dalam rumah. Mengembalikan bahasa pada tempatnya itu sama dengan tata tertib dalam keluarga, yaitu meletakkan kembali segala sesuatu pada tempat yang sudah ditentukan.**

Semoga manfaat.

Sedikit cerita.
Sibungsu pulang bermain dengan kakak. Karena kesal sibungsu mengeluarkan kata yang didapatnya dari luar. Lalu bunda menegurnya.
Bunda : dapat dimana tuh bahasa baru!
Kakak : gak tau nih adek, sampah kok dibawa pulang.
Adek   : itu bukan sampah kakak... tapi nama hewan!**