March 26, 2014

Bagaimana menanggapi curahan hati sahabat ?




Berteman memang mengasikkan ya, kita bisa berbagi keluh kesah dan saling mencari solusi. Dan sangat menyenangkan bila kita bisa memecahkan soal curahan hati sahabat terbaik kita, tapi.. bagaimana kalau cucurah hati itu hanya sebuah lampiasan dan tangisan yang tidak ada jalan keluarnya ?

Kali ini saya berniat mengajak pembaca untuk memberi masukan agar masalah yang di hadapi oleh seorang teman saya dapat menemui solusi yang tepat.

Begini ceritanya,

Sebutlah namanya mina. Mina sekarang hamil 5 bulan diluar nikah oleh pria yang sangat ia cintai. Sebenarnya bukan mereka tidak berencana menikah, pernikahan itu sudah di usahakan jauh sebelum mina hamil. Masalah utama yang mereka hadapi adalah terungkapnya sifat aneh kekasih mina saat keputusan untuk membina keluarga telah mereka sepakati.

Mina memang gadis sederhana. Harapan yang ia miliki umum yang di inginkan oleh kebanyakan gadis yang tidak cinta harta. Ia hanya ingin di cintai sepenuh hati, cinta yang isinya belajar saling menjaga, menyayang, membantu dan membangun. Tapi mina tidak secantik harapan pria yang ia cintai. Tubuhnya juga tidak semulus kulit idaman para pengembara mata transparan atau kepandaianlain mengenai ilmu agama.

Dan mina merasa di anggap tidak memiliki nilai dimata pria itu. Ia menyimpulkan semua itu setelah secara beruntun datang masalah yang ditimbulkan oleh kekasihnya.  Masalah yang tidak pernah selesai dari satu ke yang satu dan berakhir tangisan di pundak saya selama berjam-jam bahkan sampai berhari-hari. Sekarang mina lagi sakit, demamnya yang sudah 3 hari tidak kunjung turun. Ah…., saya jadi bingung melihat keadaan mina.

Mungkin pembaca bertanya, dimana orang tua dan keluarga mina ?
Mina anak yatim piatu hidup diperantauan jauh dari sanak keluarga yang mina punya hanya tetangga dan teman yang peduli padanya. Menghubungi keluarga tidak mungkin, karena buat makan saja dia susah. Mina yang sehari-hari mengumpul uang recehan dari berjual es blender mana cukup buat yanglain.
Aduh mina…?? Kenapa kamu bisa terdampar jauh dari keluarga ? Bertemu dengan lekaki tidak mengerti hidup pula.

Hubungan ia sama kekasihnya sudah lama. Ruanya mina tidak tahu kalau kekasihnya itu hobbi berteman dan mencari kekasih baru. Penilaian mina pria itu baik, suka bercanda dan membantu dia tapi kemudian berubah ketika ketahuan ia masih mencintai mantan istrinya.

Saat itu mina ikhlas mengubur harapannya untuk membina hubungan sampai ke jenjang pernikahan walau sebenarnya mina berharap penuh karena ia pria yang menidurinya pertama kali. Tapi mina sayang pada mantan istrinya yang telah memiliki satu anak buah pernikahan mereka. Tentu mina tidak tega menghancurkan kebahagiaan anak kecil itu dari melihat orang tuanya bersatu kembali.

Tapi sayang, dihati mina telah tertanam cinta untuk pria itu. Nasib membawa mina datang ketempat pria itu berada.

Mereka berjodoh untuk bertemu. Mina yang semula tidak berniat menghubungi kekasihnya itu akhirnya bertemu juga. Terjalinlah kembali kisah kasih mereka. Cinta mina yang begitu besar terhubung sudah. Hatinya senang bahagia bisa bersama lagi dengannya.

Saat malam bersama, seorang wanita menelponnya jam 3 pagi. Pikiran mina ngambang mulai tidak jelas tapi saat itu mina hanya minta, bila ia serius dan mau hubungan mereka lanjut, tinggalkan wanita itu dan tetaplah dengan mina. Pria itu menganggukkan kepala.

Sayang cinta mina yang tulus selalu dibumbui rasa curiga. Ia sebenarnya tidak suka perasaan yang tidak jelas seperti itu tapi rasa curiga itu terus berkembang. Mina tidak pernah berpikir kalau pria itu masih berhubungan dengan wanita yang menelponnya pagi jam 3. Perasaan mina, mungkin karena mereka belum tinggal bersama dan hubungan jarak jauh sehingga berkembang rasa curiga yang berlebihan.

“Oke. Mari kita cari tahu. Apa pikiran saya yang konslet...atau curiga saya yang benar”. Kata mina. Setelah sebelumnya mina meminta hubungan mereka putus karena ia tidak suka dengan lelaki yang plin-plan. Sayangnya lagi setelah kebiasaan buruk kekasihnya itu terungkap, justru ia berubah menjadi pria yang tertutup dan jarang menghubungi mina tapi mereka masih tetap sepasang kekasih.

Terungkap pertama, kekasihnya itu kembali menghubungi seorang TTM yang ia kenal di jering sosial facebook. Komunikasinya jelas, tanggal bulan dan tahun masih didalam zona hubungan mereka. Kembali mina protes dan keberatan. Tapi lagi-lagi pria itu membela diri dengan berkata itu masa lalu. Tapi mina lebih yakin apa yang dia lihat dan ada juga teman yang yang ia jumpai ditempat tugas sebelum kembali kesini tempat mereka yang sekarang. Kenapa harus cewek ?? Ketahuankan kalau belum lempar bersambut.

Lalu bagaimana dengan komunikasi yang berkembang di jejaring yanglain? Kata pria itu, itu hanya pertemanan biasa, tidak ada hubungannya dengan yanglain.

Akhirnya mina menyerah dan percaya padanya tapi sayang rasa curiga itu tidak bisa pergi dari hati mina. Satu tahun berlalu masih dalam kecurigaan. Aneh juga simina!  Kayak nggak ada yanglain!  Kata mina, “ini bukan masalah ganti caver depan sampul mbak… tapi sudah dari bagian perjalanan saling mengenal dalam sebuah hubungan. Saya udah gak prawan.. Apa ada yang mau!”

Terpecahlah misteri kecurigaan mina pada foto wanita yang menelpon jam 3 pagi. Oh tidak……, hati mina hancur teriris sembilu. Saat mina belajar mempercayainya justru dia datang dengan poto kekasihnya itu yang didownlod di facebook. Hemmmm….

Sayangnya sekarang mina hamil. Lima bulan urusan nikah mereka tertunda karena masalah yang sama. Mina berjuang menghapus kecurigaannya dengan mencari kebenaran. Dan benar kekasihnya itu gemar berteman dan selingkuh.

Sekarang mina harus bagaimana… sedang sudah jelas ia tidak peduli dengan keadaan mina yang mengandung anaknya. Tidak ada penjelasan yang masuk akal kecuali menutupi kebohongan yang sudah terungkap.

Beberapa teman menyarankan untuk menikah saja demi status anak. Ada juga yang bilang untuk bersabar, siapatahu dia berubah dengan kelahiran anak. Tapi sayangnya mina kecewa dari sikap kekasihnya itu yang memilih diam dari menenangkan hati mina yang amburadul. Yang parah mina sudah tidak percaya kalau dia kekasihnya itu bisa setia karena tidak ada peduli sedikitpun dengan kondisi mina. Dan mina sudah memutuskan untuk tidak menemui pria itu.

Sampai sekarang saya tidak memberi solusi apa-apa selain menjadi pendengar setia. Pikiran saya juga jadi buntu melihat kondisi mina.

Semoga ALLAH segera memberikan petunjuk padamu Mina…