March 26, 2014

Lucunya SMS Dengan Mantan




Anda punya pengalaman sms dengan mantan ? Misalnya mantan suami. Bagaimana pengalaman Anda ? Apa sama dengan saya ? ^_^

Dalam Ceritaku, saya ingin berbagi pengalaman pribadi. Harapan ada manfaat yang bisa diambil kalaupun tidak, senang saya bisa menulis mengisi blog saya.

Lucunya sms dengan mantan suami.

Setelah bercerai, saya tidak pernah menghubungi beliau apapun alasannya. Mengenai anak-anak yang semua ada padanya, saya hanya berharap mereka sudi membalas pesan singkat saya dan meluangkan waktu untuk bertemu saya.

Tapi setelah dengar kabar beliau dekat dengan seorang wanita, saya membuka hati untuk memaafkan dan mahu berkomunikasi dengannya. Alasannya sederhana, bahwa tidak ada yang susah direpublik dunia wanita asal bukan mengenai menyalahi hak perorangan.

Saya memberikan masukan cara memenangkan hati anak agar bisa menerima ia wanita itu sebagai pengganti saya. Harapan saya simple saja, siapa tahu beliau ikhlas berbagi senang kepada saya dengan anaknya.

Walaupun hati saya sangat sakit karena dipisahkan dengan anak tapi kembali saya sadari, yah, itu hak beliau sebagai kepala rumah tangga dan saya, walaupun wanita yang melahirkan anak-anaknya tapi kini saya berada diluar tanggung jawabnya. Dan saya tidak mahu menambah sakit hati anak karena ulah saya. Rindu menanggung rindu kini saat yang tepat membantu ia.
Sms pertama meluncur, saya yang sudah ketawa duluan. Dalam hati, semoga Ia tidak salah paham.
“Ribet amat sih. Lah tinggal pulang saja pasti aman. Anak-anak gak akan menderita begitu juga dengan saya” Tapi…. Itu sudah bukan soalnya.

Beliau membalas, takut buat anak kecewa. Wah, ini lucu buat saya. Bagaimana Ia berpikir kalau takut buat anak kecewa sedang anak sudah tahu bapak punya pacar baru. Hehehe
Ketahuankan.. Kalau anak lebih dekat dengan ibunya ketimbang bapaknya.

Kedua anak saya yang sulung dan tengah, datang mencurahkan isi hatinya lambang kecewa dengan tingkah aneh bapaknya dan mereka berdua sampai kapanpun tidak akan terima punya ibu baru.
Aduh, masalah berat. Kalau tidak dapat solusi, bisa-bisa harapan saya tinggal mimpi.

Kembali saya sms beri solusi kedua. Isi sms saya, jangan khawatir, bila perlu anak-anak sama saya dulu untuk sementara waktu sambil berkenalan dengan situasi baru didalam rumah. Tapi apa balasan dari sms saya,
“Sok tau kamu!  Jangan gurui saya. Memangnya sudah ada yang mahu tanggung jawab kamu! Yang mahu menikahi kamu!  Beri contoh dulu, baru omongin orang.” Hahahaa….,

Otomatis saya spontan ketawa, loh.. Ini yang benar yang mana… ^_^

Apapun itu, saya berharap Ia segera mendapatkan pengganti saya. Karena dengan cara itu anak-anak bisa berpikir untuk menemui ibunya. Tapi kalau tidak, menderitalah saya seumur sisa karena walau kami tinggal satu wilayah, kami seperti terpisah lautan luas.