March 27, 2014

Nasehat Ibu, Bekal Dihari Depan




Berbahagialah sahabat, Anda yang masih memiliki Ibu dan yang hidup bersama ibu hingga Anda menjadi seorang ibu. Dan menjadi anak yang paling dekat dengan ibu, pendengar yang baik untuk ibu menyerapi setiap nasehat ibu.

Kita tidak pernah tahu kapan kita membutuhkan nasehat ibu. Kapan perkataan ibu berlaku dalam kehidupan kita kedepan. Kalau ibu masih hidup, kita bisa datang dan meminta nasehat padanya tapi kalau ibu sudah tiada, saat kita dekat dengannya nasehat yang ia berikan kala itu saat kita mengalami kejadian dan kembali mengingat perkataan ibu.

Untuk itu bagi Anda yang kini masih memiliki ibu atau masih dalam bimbingan ibu, nasehat saya jangan pernah sekali membantah perkataan ibu. Kalau ibu terkesan terlalu mengatur cerewet dan mengekang, Anda tidak perlu membalas perkataan atau balas sikap kepada ibu. Cukup Anda dengarkan dan usahakan untuk tetap tenang dan tidak membalas karena kita tidak pernah tahu kapan perkataan ibu bermanfaat dalam kehidupan kita kedepan.

Hari ini saya kembali disadarkan oleh perkataan ibu. Saat hendak menyalahkan kompor, saya lihat minyak tanah tinggal sedikit. Memeriksa isi dompet, alhamdulillah ada uang recehan untuk satu liter minyak dan satu ikat sayur bekal makan siang.

Saat memotong sayur, seperti biasa lebih banyak yang saya buang ketimbang yang saya ambil, itu karena lebih banyak yang tua dari yang muda. Tapi mata saya terus melihat pisahan daun sayur yang akan saya masak dan saya buang, banyak sekali yang akan saya buang. Kemudian saya teringat kembali perkataan ibu,

“Jangan terlalu banyak memilih. Kita tidak pernah tahu makanan apa yang akan kita makan kemudian. Siapa tahu ini adalah makanan terenak dan terakhir bagi kita. Kalau masih bisa di gunakan, jangan dibuang ”

Saya tersenyum dan menghela nafas panjang, “mama benar… saya tidak pernah tahu nasib saya kedepan. Dan sayur ini sering kali saya sepelekan waktu saya bisa mendapatkannya lebih baik”.