March 25, 2014

Setelah Bercerai Baiknya Anak Ikut Siapa ?




Dunia Wanitaku yang pilu kalau sudah bicara masalah cerai. Sedang kata cerai itu sendiri artinya berpisah, putus habis masa kontrak. Ya. Kontrak yang disahkan agama, dua insan yang bukan saudara bersatu membangun kebaikan bersama lalu berpisah karena alasan semakin lama bersama lebih banyak buruknya dari kebaikan, cerai hidup bukan cerai mati.

Lalu dalam perceraian baiknya anak ikut siapa ? Menurut Anda ?

Putus karena cerai menurut saya, baiknya seorang anak ikut ibunya.

Berbagai pengalaman yang terjadi dilingkungan tempat tinggal saya memberi pengertian seperti itu. Alasan dasar yang saya perhatikan, wanita yang telah memiliki anak karena menikah kurang lebih dapat menjaga tingkahlaku wanita bercerai karena masalah rumah tangga. Tentang rasa sakit hatinya, kecewa atau hal-hal sensitif yang dialami wanita untuk berpikir hal negatif sebagai pelarian. Kesibukannya mengurus anak kesempatanlain akan di nomor urutkan. Juga, banyak kemungkinan bisa rujuk kembali.

Disamping itu, seorang wanita yang menjadi ibu lebih paham bagaimana menangani perubahan tingkahlaku anak akibat berpisah ayah bundanya. Karena sekejam-kejam ibu kota tidak akan sekejam ibu kandung yang membiarkan anaknya terlantar. Minimal masalah perut, kalau yanglain dalam selimut ibu dipastikan aman karena sekejam harimau tidak akan memakan anaknya sendiri. Ini sudah meliput perlindungan dan keamanan anak.

Bagaimana dengan bapak atau laki-laki ?
Menurut saya, laki-laki sudah di takdirkan untuk berinteraksi dengan tanah, batu dan kayu. Jadi petani tukang bangunan dan yang lain, semua hal yang menyangkut kegiatan luar rumah. Secara tidak langsung tubuh mereka sudah di latih keras mencari hidup kepekaan mengenai perasaan tentu lebih baik seorang ibu. Kemudian terpaksa harus berubah dan berpikir hal yang sensitif. Seperti memahami tangisan anak, mengurus keseharian anak dan urusan dalam rumah.

Mengenai ketergantungan - Anak, selamanya menjadi tanggung jawab laki-laki atau bapaknya. Komunikasi anak dan bapak bisa terus berjalan meski melalui ibu. Kemungkinan untuk rujuk bisa terjadi.

Walaupun pada kenyataan seorang ibu ada yang tega meninggalkan anak untuk kepentingannya, urusan kesenangan. Tapi baiknya disini, wanita tahu menitipkan anak kepada orang yang tepat dan semua itu sifatnya sementara. Atau beberapa alasan untuk keperluan anak. Lalu kembali kerumah dan mengurus anak.

Pria juga bisa berbuat yang sama, menitipkan anak pada tempat yang benar. Tapi sayangnya mengurus anak itu bukan seperti memberi makan pada hewan peliharaan. Hambur makanan dan biarkan. 

Hal baik yang saya perhatikan kemungkinan rujuk besar sekali, apalagi masih ada rasa sayang dan alasan masa depan anak. Juga kemungkinan-kemungkinan wanita berpikir singkat mencari pelarian. Ia akan berpikir keamanan anak sebelum menjalankan niatnya itu.

Dua alasan dasar yang saya perhatikan maka saya berpikir baiknya sebuah perceraian seorang anak ikut ibunya.