August 14, 2014

Sudah siapkah pasangan anda mendengar kalimat kasar ?




Siapakah yang tidak pernah marah, saya pikir kita semua pernah marah tapi apakah kita pernah mengukur sejauh mana lawan bicara kita siap mendengar kalimat luapan kemarahan kita ?

Satu kejadian di satu kesempatan. Ori yang bersuku Papua sempat berselisih paham dengan pedagang bakso keliling yang bersuku jawa. Kalau di lihat dari duduk perkara, kami yang ada disitu sudah bisa bayangkan kalimat apa yang akan di sodorkan ori sebagai hadiah kepada si tukang bakso tapi sungguh di luar dugaan, ori nampak lemah dan berkata yang menurut ori bisa di pahami si tukang bakso itu.

Hai ori! Ko lagi marah atau menyanyi... ?? Sahut salah seorang dari kami.

Ori : ah diam sudah. Dong ini orang jawa, mana dorang tahu kitong pu bahasa. Mo bicara kras juga salah-salah lagi.

Ha ha haaaee...... ori...ori. macam itu bukan ko ka. Teriak salah satu yanglainnya.

Bagaimana dengan Anda. Apakah Anda punya pengalaman memarahi seseorang di luar dari biasanya ? Misalnya mengeluarkan kata-kata yang justru membuat Anda terlihat aneh di matanya ?

Sayapun punya pengalaman yang serupa. Berapa waktu yang lalu seorang teman marah besar pada saya. Sebelumnya saya tidak pernah tahu bagaimana kalau ia sedang marah. Tapi setelah mendengar dengan jelas kalimat kemarahannya, saya justru tidak mengenalinya lagi. SAYA TIDAK KENAL SIAPA DIA. DAN IA BENAR TIDAK SAYA KENALI. hemm...

Mungkin baiknya kita memperkenalkan kepada kawan atau pasangan bagaimana kalau kita sedang emosi, perlahan dan bertahab sampai ia siap mendengar lantunan murni kowaran emosi. Dengan begitu emosi kita tidak berakhir perpecahan, atau meninggalkan kesan buruk dan tak ingin di kenang kembali. Apalagi kalau marahnya sama pasangan ya... hemmm...