Wanita Tegar Itu Telah Pergi Untuk Selama-lamanya

19 Juli 2014, 2:30 wit, wanita yang telah melahirkanku 38 tahun silam dan ketiga saudara perempuanku telah pergi untuk selama-lamanya. Duka mendalam dirasa adik pertama dan saudara lain yang besar di tangannya sedang aku dan adik ketiga, kami hanya merasa kehilangan seorang wanita yang di panggil mama. Wanita tegar, kuat dan semangat berjuang untuk orang-orang terkasihnya. Setia melayani Tuhan dan murah kasih.

Aku memang tidak terlalu dekat dengan mama. Maklum, 4 tahun usiaku mama pergi meninggalkan kami. Tapi sosok mama adalah sosok yang sangat kami rindukan. Saat kami butuh di dengar dan di mengerti hanya mama yang ada dalam angan.

Beliau pergi dengan senyum bahagia menurutku. Meski waktu itu, keadaan membatasi untuk menemaninya hingga nafas terakhir. Namun, kepergian mama dalam sakit seolah terlepas segala derita dunia.

Sakit yang di deritanya memang membuat tubuhnya lemah, tapi hasil karyanya sepanjang hidup bersama keluarga, tak sedikitpun menggambarkan penyesalah bila satu waktu Tuhan memanggilnya.

Mamaku Nasrani, pengikut yehowa. Sedang kami muslim sejak lahir. Tapi pendekatan mama ke kami seolah tak ada perbedaan antara agama yang kami anut dan mama sendiri. Mama memang pendengar sejati, sabar dan lebih banyak mengalah.

Mama selalu mengajarkanku mengambil perbandingan antara kehidupannya dan aku. Bahwa hidupku jauh lebih baik dari mama, jangan pernah putus berharap pertolongan ALLAH YEHOWA (bahasa mama) untuk setiap duka dan sakit yang ku rasa, karena hidup ini perjalanan.. harus bersandar sama Allah supaya bait Allah yaitu hati akan tetap tenang. Dan yang paling penting adalah, jangan pernah ikuti keinginan daging karena itu menyesatkan.

Selamat jalan mama... Selamat jalan mama. Andai waktu itu aku tetap sabar sepertimu tentu saat ini aku adalah wanita yang paling bahagia. Kini tanah itu memisahkan kita, aku tak dapat lagi mendengar nasehat indahmu untuk sisa perjuangan hidupku. Pengembaraanku terasa hampa sejak sepeninggal bapak, dan kini Engkaupun telah pergi.

Selamat Jalan Mama... Selamat Jalan Mama. Kalau bisa ku perbaiki kembali hubunganku dengan keluarga kecilku, akan ku lakukan sebagai hadiah terindah untukmu. Walaupun mungkin kami tidak bisa bersatu seperti dulu.... WAllahu alam. Aku tetap ingin memperbaikinya. Pada akhirnya pelarianku berbuah malakama. Engkaulah contoh yang benar ma, walau hatimu terluka mama berhasil sampai di penghujung hidup tanpa menyakiti siapapun. Selamat jalan mama...selamat jalan. Engkau wanita tegar dan kini telah pergi.

Membenci itu tiada habisnya, mengikuti keinginan hati tiada puasnya. Biarkan Allah yang membayar kesabaran yang terjaga, biarkan Allah yang adil benar memberikan sesuai perbuatan. Jangan menghakimi, jangan mengadili, itu hak Tuhan, kita manusia hanya menjalankan ketentuannya dan bersandar pada Tuhan. Satu masa senyum itu akan jadi milik diri. Percayalah... ( Nasehat terakhir mama)

PALING POPULER

» Yang perlu lelaki tahu ketika perempuan marah tanpa sebab

Cara Membuat Perahu dari Botol Pelastik

Semua Tentang Pisces

Pasangan Anda Pergi ? Coba cara ini untuk memenangkannya kembali

Manfaat Belut bagi kesehatan wanita