November 17, 2014

Cara pertolongan itu datang




Salam jumpa sahabat blogger... Lama tidak menulis, bingung juga mau tulis apa. Beberapa tulisan yang datang dari ide acak kadut semua hanya bisa bermalam di draf. Entah kapan tulisan itu bisa bangun mengisi laman hari yang kosong dalam lembaran blog saya ini.

Alasan umum yang menimpa, ya...mungkin karena saya terlalu rindu kumpul saudara, terlalu rindu bercanda lengkap dengan anak, terlalu merasa kehilangan orang tua. Terlalu ini yang menyebabkan galau kian mengendap, mengapur. Semoga saja tidak sakit ginjal dan gondokan.

Dalam kerinduan itu, kadang beberapa hal tidak sadar kita lakukan. Berusaha mengusirnya dengan cara menghibur diri seperti melepas sesuatu dan berharap balasan. Kemudian bertemu dengan beberapa orang yang salah atau situasi yang salah. Ya...bisa beberapa bisa juga cukup satu saja. Dan satu dari beberapa yang sedikit rumit itu membawa kita pada keadaan yang sulit di hindari.

Orang biasa membela diri dengan mengatakan saya terjebak, saya lalai, saya terlalu kalut, saya terbawa arus, walaupun sebenarnya apa yang dilakukan dalam keadaan sadar. Lalu mereka akan menghindari atau mengejar kesalahan itu dan bergantung padanya. Tidak bisa keluar dari keadaan tersebut.

Dalam jebakan kelalaian sendiri, kalau mahu menyimaknya dengan baik, Anda akan tersenyum dan berkata; oh ya, itu mereka, atau, inilah yang Tuhan berikan untuk memenuhi kekosongan yang ku anggap tidak ada sedang dia atau mereka ada dan bersama ku.

Pertolongan itu datang dengan keinginanku dengan harapanku hanya saja datangnya dengan cara ku yang salah.

Saat itu biasanya kita akan bertemu jodoh. Jodoh saudara, orang tua, keberuntungan, kerja keras bahkan jodoh pasangan hidup.