November 20, 2014

Jalan Pertolongan itu datang




Saya bingung untuk memberi judul yang benar untuk tulisan buah pikiran saya kali ini, yang saya lakukan hanya ingin menulis menuangkan sedikit unek-unek kemunculan ide menulis supaya pikiran ini bisa sedikit ringan ( berat juga mikul ide ^,^ ). Saya juga tidak terlalu berharap Anda sahabat yangmebaca tulisan ini bisa paham karna saya sendiri bingung, tapi, mohon pahamilah atau semoga bisa di pahami ( erorr ).

Menidurkan si kecil pada lantai, saya memangku dagu dalam kebingungan. Bagaimana cara menyelesaikan ini ?? ( sambil nunjuk piring kotor habis persta. Pakaian kotor habis kebanjiran. Rumah berantakan akibat musibah gempa. Anak lapar kehabisan bama.) Mampukah saya mengerjakannya sendiri ?? Mencari jalan keluarnya sendiri ?? ( sambil treak, heleppe mi...........! )

Bagi Anda yang telah berumah tangga hal pertama yang akan Anda lakukan adalah mengkomunikasikan dengan pasangan sebab sudah jelas Anda tidak akan mampu mengerjakannya sendiri. Mengingat semua itu sebagian besar pekerjaan seorang istri atau perempuan, membicarakannya dengan pasangan sangat penting supaya lebih jelas mana yang juueellass...dan mana yang jelless..... jangan menganggap dia bisa mengerti, bagaimana kalau pengertiannya Anda bisa selesaikan sendiri. Kasihan tamunya donk yang datang, gak terurus...

Hal yang kedua mencari pertolonganlain hasil dari tukar pikiran tadi. Soalnya, biarpun di kerjakan berdua tetap tidak akan selesai. Situasi seperti itu nantinya  malah bikin stres kalau tidak cepat di cari jalan keluar. ( la wong keadaannya amburadul loh ).

Yang ke tiga, mulai bekerja gotong-royong berdua atau bersama penolong ( bertiga minta bantuan jin.rammee amaaattt...) di mulai dengan bismillah berharap di beri kesabaran kemudahan dan dapat jalan keluar terselesaikan dengan baik.

Bagaimana kalau Anda di beri pasangan yang kurang mengerti situasi dalam rumah tangga sedang hal ini harus di kerjakan segera terlebih Anda memiliki anak yang butuh tempat tinggal yang bersih dan makan ??
( makan ?? Papa, bantuin mama doonnkk.... )

Pertama, beri penjelasan yang masuk akal padanya. Kalau tidak masuk akalnya minimal masuk akal kalau Anda dalam situasi darurat ( siap gencetan power ).

Kedua, bismillahLah sayang!! Ada Allah yang punya seribu cara untuk meringankan keadaan yang membingungkanmu, itu kalau pasangan gak ngerespon... kalau dia kasih jalan keluar, hargai dia dan hormati dia seperti upacara hari senen! Lengkap atribut dan bendera.

Ketiga, lakukanlah perlahan-lahan. Urut dada Anda kalau terasa nyesak amat, kalau pengen nangis karena tangan keram atau kesemutan... nangisLah... air mata itu melegakan dan penolong diri untuk tidur nyenyak atau akhirnya badan sakit karena masuk angin atau sakit berat karena itu. Gak papa... lakukan saja dengan ikhlas, harus ikhlas supaya bernilai kemudahan nantinya. Juga Harus tetap sabar Dan, perbanyak istighfar. Semoga apa yang di kerjakan bernilai ibadah di mata Tuhan. Itu juga kalau kamu lakukan sendiri tapi kalau ada bantuan jangan lupa bayar jasa,

Berjalan terus maju, satu keadaan baik untuk melatih kesabaran dan kemampuan. Lakukan yang utama dan pelan-pelan. Anda tidak akan menyangka keajaiban apa yang akan Allah berikan untukmu. Dan itu pasti. Yakin saja deh! Allah pasti bantu. Perlu keyakinan memang...kalau nggak yakin, yakin deh! Percuma kamu punya Tuhan di anggurin. Sombong ammatt! Tuhan kan bilang, "Mintalah maka akan ku beri. Aku seperti prasangkaanmu". Dan Allah akan datang seperti iklan sabun cuci, membersiskan lebih bersih dengan 10 tangan bahkan bisa lebih luar biasa dari itu karena ikhlas mu, kamu pantas menerima.

Mengingat pekerjaan rumah tangga adalah satu profesi yang di anggap basi oleh sebagian perempuan dan wanita ( bedanya ?? Beda tulisan doonnkk.....?? ) tapi dari sanalah Anda para perempuan meluluskan sarjana-sarjana muda berbakat luar biasa Dunia Insya Allah Akherat karena itu jangan mudah menyerah hanya karena sedikit kendala, maka tekunilah dengan penuh rasa sabar, tabah, perbanyak istighfar terutama yang pernah di ajarkan baginda Rasulullah Muhammad s.a.w pada putri tercintanya saat bingung dengan pekerjaan rumah tangga. Kalau Anda pengen tahu apa bunyinya, tanyakanlah pada ustad/ustazah di majelis ta'klim ( pengajian ) ( lupa!! ^^ takut salah ).Terlebih sebagian besar ketahanan rumah tangga itu ada pada wanita.

Anda tahan punya suami tukang selingkuh ? Rumah tangga aman.

Tahan punya suami kurang perhatian ? Lulus ujian.

Sabar akan kurang dan kemelut, insya Allah saat menghadapi sakaratul maut Anda akan tersenyum telah menyelesaikan tugas dunia dengan baik.

Sayangnya di Indonesia tidak ada tempat penataran yang mengajarkan cara melatih para perempuan/wanita muda untuk menjadi Ibu Rumah Tangga yang tahan banting sebelum mereka menjalani kehidupan rumah tangga. Kalau ada, mending ikut deh! Saya juga mau! Untuk menambah ilmu pemahaman problem rumah tangga dan cara mengatasinya.

Tapi sayang sekali, profesi yang satu ini mungkin di anggap kodrat seorang wanita sehingga kurang perhatian atau ya begituLah...

Ya sudah! Anakku nangiss !! ^_^