Lima Jari Hadiah Dari Bapak

Kita tidak pernah tahu kapan perubahan itu di perlukan di kemudian hari ataukah tetap menjalani rutinitas tanpa memperdulikan lingkungan yang sudah jauh kedepan meninggalkan kita.

Salah satu yang biasa di sebutkan teman facebook saya bahwa pentingkah seorang guru tidak mengikuti iptek ?

"Iptek singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi"

dan tetap gaptek ?

"Gaptek adalah suatu kata yang populer yang ditujukan buat orang-orang yang belum familiar dengan dunia komputer (internet), yang kalau diterjemahkan dari singkatannya, artinya Gagap Teknologi"

Dan apa perbedaan guru jaman dulu dan guru jaman sekarang ?

Saya pikir tidak. Disini gunanya irama. Kapan kita harus bangun, beribadah, beraktivitas, berkontak fisik, memperhitungkan kemajuan, melihat perubahan dengan lingkungan dalam keseharian dan tidur kembali.

Saya jadi terkenang waktu kecil, hadiah terindah buat orangtua adalah perubahan atas saya dari teguran keras, kesalahan yang saya lakukan Dalam sebuah kemajuan.

Tidak dua kali bapak harus menegur saya, dan saya akan jaga itu untuk tidak membuat kesalahan yang sama! Dan itu perubahan, kemajuannya kebaikan buat saya dan buat orangtua dalam kasih sayang Tuhan Kami ALLAH Subhana hu wata ala.

Bagaimana dengan Lima jari hadiah dari bapak ?

Yah, itu sudah pernah saya trima dulu waktu dalam bimbingan orangtua tapi kali ini hal yang tidak wajar di alami oleh bayi kecilku 1,7 bulan.

Karena tidak ada kemajuan dan perubahan, pemasukan, membuat saya mengambil keputusan dari lingkungan yang ternyata sudah jauh meninggal saya.

Setelah melahirkan dua bayi dalam 2 tahun, saya jarang keluar rumah. Tidak sempat!

Satu kesempatan, saya berkunjung ke  tempat penjual sayur yang luarbiasa buat saya kaget!

Apa yang telah terjadi disini ? Dia yang tadinya hanya penjual sayur keliling kini sudah merubah cara mencarinya dengan menyewa ruko untuk jualan sembako di sambi sayuran. Jualan sembako! Dan yang disambi justru sayuran dan semua pelanggan setia saya yang sebelum memiliki momongan juga berjualan sembako berkumpul disitu. Keadaan ini menyadarkan saya tentang pemasukan yang semakin menurun dari perubahan.

Melihat kemajuan, saya berpikir harus segera ada yang dilakukan kalau tidak saya akan tertinggal jauh dan bahkan bisa hilang tanpa kesempatan.

Kembali saya mulai menata ulang tempat jualan saya, memutuskan untuk berjualan lagi, sampai saya lupa memiliki dua bayi 2,7 bulan dan 1, 7 bulan.

Tiga bulan berjalan, semua biasa-biasa saja. Yang tadinya menjaga kios beralih pengasuh bayi, tetap santai tanpa beban! Justru saya yang di tantang untuk selesaikan misi. Padahal kalau boleh jujur, meninggalkan anak itu beban buat saya! Pintu harus tertutup rapat supaya tangis anak tidak sampai ketelinga saya.

Berhubung karna sejejeran ada 5 kios, sering-sering tidak di tempat, pembeli enggan untuk datang berbelanja.

"Ok baik. Kita tanam satu pass! Untuk kembali keposisi," kata saya.

Alhamdulillah banyak kemajuan. Dan sangat Puji Tuhan buah manis walau secubit bisa di rasa. Tapi kemarin sore, setelah bertemu distributor yang sudah 3 tahun ini di tunggu kehadirannya sebagai sup melebarkan senyum, bekas jari bapak di pipi adek buat air mata saya bag keran yang terbuka.

Ku peluk bayiku dengan erat sambil berbisik di telinganya meminta maaf dan kasih yang.. 😢 😢 😢

"Mama sayang yusup, mama sayang yusup, mama sayang yusup, mama sayang yusup, mama sayang yusup. Maafkan mama."

PALING POPULER

Yang perlu lelaki tahu ketika perempuan marah tanpa sebab

Cara Membuat Perahu dari Botol Pelastik

Semua Tentang Pisces

Pasangan Anda Pergi ? Coba cara ini untuk memenangkannya kembali

Manfaat Belut bagi kesehatan wanita