Jangan Mudah Menghakimi Oranglain Karena Perubahan Itu Kemajuan

Beberapa waktu yang lalu saya terpaksa memutuskan hubungan kerjasama dengan seorang ibu. Ia menangis dan memohon agar saya memperhatikan posisinya dan keadaan yang sedang ia alami. Untuk menghibur dia, saya terpaksa berbagi resiko dengannya. Bila ibu siap, saya sedia membantu.

Ini tentang tempat usaha, kiranya ada imbal balik untuk kebaikan bersama tapi lagi-lagi ibu meminta saya untuk memakluminya.

Perhitungan saya, di belakang ibu, ia memiliki beberapa anak yang mampu mendayainya sehingga saya tidak terlalu berat turut memikul susah yang sedang di jalaninya. Terlebih paham saya dalam menjalani usaha, sebisa mungkin untuk tidak meletakkan tangan dibawah. Gunakan semua kemampuan untuk bisa di jadikan dasar, mulakan segala sesuatu dengan baik maka bergembiralah dengan hasil kebaikan tersebut.

Mencari jawaban dari keterangan saya yang kurang puas di terima si ibu, ia mendatangi adik bungsu saya dan mendapat jawan dari keputusan membatalkan kerjasama. Ibu kecewa dan bersusah hati. Segala kesusahan yang akan ia jalani di timpakan pada saya karena harapan besar dan rencana sudah ia susun dengan baik atas kerjasama itu.

Bertemu di jalan, si ibu berlaku seolah-olah tidak kenal. Tempat jualankupun dilalulinya tanpa tengok sama sekali. Saya maklum dan paham akan sikapnya. Penghargaan buat ibu, saya membiarkan ia menikmati setiap kecewa yang ia rasakan. Dalam hati saya, kita tidak berjodoh. Allah punya jalanlain yang di sediakan untuk ibu di depan karna ALLAHlan pemberi rejeki kepada seisi bumi ini.

Saya terus mengikuti perkembangan ibu Karena sebenarnya posisi kita sama, hanya waktu saja yang berbeda. Di geser tergeser menggeserkan diri, semua itu perubahan dari kemajuan.

Alhamdulillah saya mendapat informasi si ibu mendapat rejeki jaminan 3 tahun kerja dirumah dengan penghasilan 3x lipat dari yang di dapatnya sekarang. Saya tersenyum puas dan memuji kebesaran TUHAN saya.

Sekarang si ibu tidak perlu susah payah mencari tempat untuk di sewa di ujung usianya yang senja demi anak lanangnya yang tahun ini insyaa ALLAH di wisuda. Allah telah mengatur semuanya dalam takdir perjalanan hidup, kita hambanya hanya di minta menjalankan hidup ini sebaik-baik mungkin dan tidak berprasangka buruk padaNYA. Tidak perlu menghakimi oranglain karena perubahan itu cara ALLAH mempertemukan kita dengan jatah yang sudah ALLAH sediakan.

Rejeki takkan tertukar meskipun kita berada di antara orang-orang yang memiliki kemungkinan besar menerima kesempatan itu. Berbaik sangkalah dan jaga silaturahmi karena ALLAH.

PALING POPULER

Yang perlu lelaki tahu ketika perempuan marah tanpa sebab

Cara Membuat Perahu dari Botol Pelastik

Semua Tentang Pisces

Pasangan Anda Pergi ? Coba cara ini untuk memenangkannya kembali

Manfaat Belut bagi kesehatan wanita